Seputar KKP

Mendeteksi Penularan Malaria terhadap Migran di Wilayah Kerja Sebatik

KKP Tarakan | Kamis, 31 Mei 2018 - 08:56:36 WIB | dibaca: 54 pembaca

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan melakukan kegiatan surveilans migrasi malaria di wilayah kerja Sebatik pada tanggal 2-4 Mei 2018. Surveilans migrasi malaria dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria adalah kegiatan pengambilan sediaan darah terhadap orang-orang yang menunjukkan gejala malaria klinis yang baru datang dari daerah endemis malaria dalam rangka mencegah masuknya kasus impor. Kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan Lauut Sebatik ini merupakan cross-border malaria surveillance karena pulau Sebatik terletak di ujung paling utara Kalimantan yang termasuk dalam Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

Seperti halnya kegiatan yang dilakukan di Wilayah Kerja Nunukan, sistem surveilans ini mengidentifikasi beberapa indikator dasar untuk menemukenali penderita malaria lintas batas (malaria cross border). Indikator-indikator skrining tersebut diantaranya : 1) riwayat sakit pada responden dalam 2 hari terakhir sebelum bermigrasi, 2) riwayat minum obat Artemisinin-based combination therapy dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 3) riwayat sakit Malaria dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 4) riwayat mendapat transfusi darah dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 5) riwayat bermalam di luar kota dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, dan 6) infestasi parasit plasmodium melalui pemeriksaan cepat terhadap terduga malaria.

Pengumpulan data dilakukan terhadap 116 orang pelaku perjalanan dan stakeholder di sekitar pelabuhan dimana seperempatnya adalah pelajar yang sedang bepergian ke Tarakan karena melanjutkan sekolah di Tarakan, dan adapula pegawai swasta dan pegawai pemerintah yang juga melakukan migrasi ke beberapa daerah di Kalimantan Utara. Dalam kegiatan ini, jumlah orang dalam surveilans ini terdiri dari 75 laki-laki dan 41 perempuan. Berdasarkan hasil dari pertanyaan-pertanyaan skrining, tidak ditemukan suspek atau migran yang menunjukkan gejala mirip malaria (Farhan).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)