Seputar KKP

Mendeteksi Penularan Malaria terhadap Deportan Indonesia di Wilayah Kerja Nunukan

KKP Tarakan | Kamis, 31 Mei 2018 - 08:54:19 WIB | dibaca: 143 pembaca

Dalam rangka mencegah masuknya kasus impor malaria sekaligus pengawasan malaria di daerah lintas batas negara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan melakukan kegiatan surveilans migrasi malaria di wilayah kerja Nunukan pada tanggal 2-4 Mei 2018. Surveilans migrasi Malaria diterapkan dengan memperhatikan kecenderungan migrasi penduduk yang memungkinkan terjadinya penularan dan penyebaran malaria secara lintas batas. Di wilayah kerja Nunukan, kegiatan ini dilakukan terhadap deportan Indonesia yang dipulangkan dari Tawau Malaysia dan masuk melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Pelabuhan ini adalah pintu resmi keluar masuk Indonesia melalui jalur laut menuju Tawau Malaysia.

Sistem surveilans ini mengidentifikasi beberapa indikator dasar untuk menemukenali penderita malaria lintas batas (malaria cross border). Indikator-indikator tersebut diantaranya : 1) riwayat sakit pada responden dalam 2 hari terakhir sebelum bermigrasi, 2) riwayat minum obat Artemisinin-based combination therapy dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 3) riwayat sakit Malaria dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 4) riwayat mendapat transfusi darah dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, 5) riwayat bermalam di luar kota dalam 1 bulan terakhir sebelum bermigrasi, dan 6) infestasi parasit plasmodium melalui pemeriksaan cepat terhadap terduga malaria.

Melalui sistem ini, pengawasan malaria telah dilakukan terhadap 49 orang dimana lebih dari setengahnya adalah laki-laki (63,2%). Berdasarkan status pekerjaan, pegawai swasta paling banyak ditemukan karena 45 orang merupakan deportan yang mencari penghidupan di Tawau tetapi dideportasi. Tidak ada deportan anak-anak tetapi umur terendah dari mereka adalah perempuan 16 tahun. Para deportan ini berasal dari berbagai profesi, pada umumnya unskilled labour (pekerja non terampil) seperti buruh migran, pekerja cafe, tidak memiliki pekerjaan, dan adapula yang berdagang di Tawau. Pemeriksaan Malaria secara rapid diagnostik dilakukan terhadap 8 orang yang menunjukkan gejala mirip Malaria. Berdasarkan pemeriksaan ini, tidak ada yang dinyatakan positif Malria (Farhan).










Komentar Via Website : 1
jamu obat kuat herbal mujarab
14 Juli 2018 - 11:01:08 WIB
terimakasih informasinya http://goo.gl/F5p9g2 http://goo.gl/8npLz8
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)